Thursday, June 3, 2010

Perang Angola

    Hai, kawan-kawan nah sekarang kita akan membahas tentang salah satu akibat Perang Dingin lagi yaitu Perang Angola. Perang ini terjadi antara MPLA vs UNITA & FNLA.

    Perang ini dimulai ketika Angola berhasil mendapat kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1975. MPLA memproklamasikan Republik Rakyat Angola pada 11 November 1975. UNITA juga memproklamasikan kemerdekaan Republik Sosial Demokrat Angola dan FNLA juga memproklamasikan kemerdekaan Republik Demokrat Angola. FLEC juga memproklamasikan kemerdekaan Republik Cabinda. Gila ya! 4 negara dalam 1 wilayah ck…ck….ck. Tetapi, ibukota MPLA adanya di Luanda, UNITA di Huambo, FNLA di Ambriz, sedangkan FLEC di Cabinda. Tetapi, 4 kekuatan ini berusaha untuk mendapatkan status "Penguasa Angola Sejati". Karena UNITA pengen sekali menang, UNITA pun gabung dengan FNLA dengan pusat kekuasaan di Huambo. FLEC meminta bantuan Prancis untuk membantu kemerdekaan Republik Cabinda. Sedangkan MPLA meminta bantuan Negara komunis seperti Uni Soviet, Mozambik, dll. UNITA pun meminta bantuan asing kepada Afrika Selatan, Zaire(Sekarang Republik Demokratik Kongo). Dan pecahlah konflik di Angola.

    UNITA & FNLA pun meminta bantuan kepada Amerika Serikat dan presiden Amerika saat itu, Gerald Ford pun menyetujui bentuan tersebut pada 18 April 1975 dengan cara diem-diem. Di Amerika Serikat sendiri terjadi perdebatan apakah Negara akan menyetujui bantuan tersebut atawa tidak. Dick Clark, senator dari Partai Demokrat(bukan Demokratnya SBY ya he…he…he) pun mengusulkan agar AS melakukan pembatasan terhadap pemberian bantuan ke Angola. Akhirnya pada tanggal 9 Februari 1976, Gerald Ford pun menyetujui usulannya si Clark. Tapi direktur CIA, George HW Bush(Itu, bapaknya George W Bush) menolak mengirim bantuan ke Angola bahkan saat siding PBB tahun itu, Angola pun diveto untuk gabung ke PBB oleh Amerika Serikat walaupun akhirnya Angola pun masuk juga ke PBB. Uni Soviet juga terlibat perdebatan untuk mengirim bantuan kepada MPLA, akhirnya Uni Soviet juga nolaj=k ngasih bantuan ke MPLA. MPLA pun minta tolong ke Kuba untuk memenangkan perang ini. Jonas Savimbi(dia gak masuk Jonas Brother ya), ketua UNITA pun berkata bahwa musuh dia adalah bakal penjajahan Kuba kepada Angola. Bahkan, UNITA juga sebenernya pengen damai sama MPLA asal pasukan KUba ditarik dari Angola. Bukannya ditarik, pasukan Kuba malahan makin banyak di Angola.

    Tapi,ada satu pihak yang memanfaatkan perang ini yaitu FLEC, organisasi yang mendukung agar Diktator Zaire, Mobutu Sese Seko mengundurkan diri sebagai presiden Zaire. FLEC pun menyerang Angola dan Zaire walaupun FLEC mengalami gatot(Gagal Total) dan kembali hilang ditelan bumi. Uni Soviet juga akhirnya ngasih bantuan ke MPLA plus tambahan seperti patung Lenin raksasa dan propaganda yang mencela RRC. Tetapi, MPLA tidak hepi karena bantuan tersebut karena Presiden MPLA, Neto(saya kurang tahu nama lengkapnya jadi takut salah) pun meninggal. Presiden MPLA yang baru, Jose Eduardo dos Santos akhirnya naik ke kursi presiden.

    Pada 1980-an, perang makin parah dan para tentara MPLA pun menyerang Namibia(waktu itu belum merdeka ya), Afrika Selatan. Perang pun meluas dari Cabinda-Namibia. Perang mulai berakhir saat presiden UNITA, Jonas Savimbi pun tewas tertembak pada tahun 2002. Setelah tewasnya Jonas Savimbi, MPLA dan UNITA pun akhirnya berdamai pada tahun 2002 dan perang berakhir. Jose Eduardo dos Santos pun akhirnya menjadi presiden Angola. Itulah cerita Perang Angola, sampai ketemu di posting berikutnya ya.

No comments:

Post a Comment